PUSKESMAS PAMENANG
Waspada Corona, Jangan Lupakan Ancaman DBD di Musim Pancaroba
Kepala Puskesmas Pamenang Rusdianto SKM, mengatakan ancaman penyakit demam berdarah harus diwaspadai di saat musim pancaroba telah tiba. Karenanya, selain tetap awas dengan virus corona, masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan memberantas sarang nyamuk.
"Masyarakat Kecamatan Pamenang, harus kita waspadai bahwa ancaman klasik yang
muncul pada periode musim pancaroba ini untuk beberapa kota adalah demam
berdarah. Oleh karena itu mari tinggal di rumah bersihkan sarang
nyamuk guna memutus rantai perkembangan nyamuk DBD di lingkungan Rumah kita,"
Langkah membersihkan sarang nyamuk di rumah adalah salah satu
alternatif kegiatan yang juga mendukung anjuran pemerintah di rumah
saja. Yuri menekankan bahwa langkah di rumah aja merupakan hal terbaik
memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
"Ini adalah jawaban yang paling tepat, bukan hanya untuk
mengendalikan Covid19 tapi juga mengantisipasi sebaran penyakit demam
berdarah,"
Demam Berdarah
DBD atau
demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu
dari empat virus dengue. Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah
menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan
nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus.
Penyebab Demam Berdarah
Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Kedua nyamuk dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang.
Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang
yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit
orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi karena nyamuk
berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut
Gejala Demam Berdarah
Gejala
umumnya timbul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung
selama 10 hari. Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:
-
Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius;
-
Nyeri kepala berat;
-
Nyeri pada sendi, otot, dan tulang;
-
Nyeri pada bagian belakang mata;
-
Nafsu makan menurun;
-
Mual dan muntah;
-
Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam;
-
Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening; dan
-
Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit.
Pencegahan Demam Berdarah
Terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah, yaitu:
-
Anak usia 9-16 tahun seharusnya divaksinasi dengue, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan;
-
Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu;
-
Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu;
-
Menutup rapat tempat penampungan air;
-
Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti;
-
Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah;
-
Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah;
-
Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras;
-
Menggunakan kelambu saat tidur;
-
Menanam tumbuhan pengusir nyamuk;
-
Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian;
-
Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi;
-
Mengenakan pakaian yang longgar; dan
-
Menggunakan krim anti-nyamuk yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET), tetapi jangan gunakan DEET pada anak di bawah 2 tahun.
SALAM SEHATPROMKES PAMENANGPROMOTOR PUSKESMAS PAMENANG




Komentar
Posting Komentar