Langsung ke konten utama

Standar Alat Pelindung Diri “APD” Agar Aman dari COVID-19

 

Standar Alat Pelindung Diri “APD” Agar Aman dari COVID-19

 
dok. Visit Petugas IGD  

dok. Visit Petugas IGD 

dok. Visit Petugas IGD  
Puskesmas Pamenang, 25 Agustus 2020
    Pada tanggal 11 Maret 2020 WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Kemudian Indonesia menetapkan CoVID-19 sebagai bencana nasional pada tanggal 14 Maret 2020. Kasus COVID-19 di Indonesia meningkat setiap hari, menyebabkan kebutuhan APD meningkat tajam, sehingga terjadi kelangkaan APD dan harga APD melambung tinggi.

    Hal ini menjadi permasalahan di Fasiltas Pelayanan Kesehatan khususnya rumah sakit yang menjadi tempat isolasi dan perawatan bagi pasien dengan pengawasan maupun konfirmasi (+) COVID-19.

    Kementerian Kesehatan telah menetapkan 132 rumah sakit rujukan Covid-19, dan dengan bertambahnya kasus maka perawatan dapat diberikan pula oleh rumah sakit swasta maupun pemerintah lainnya. Pada kondisi pandemi, setiap negara mempunyai permasalahan yang sama dalam hal ketersediaan APD di fasilitas pelayanan kesehatan untuk digunakan oleh tenaga kesehatan.

    Oleh sebab itu WHO dan CDC mengeluarkan beberapa pedoman untuk penggunaan APD secara rasional dan efektif serta alternatifnya bagi tenaga kesehatan dalam masa krisis.

    Kementerian Kesehatan dibantu oleh kelompok kerja nasional PPI, memandang perlu untuk meningkatkan pemahaman khususnya tentang penggunaan APD disesuaikan dengan kondisi di Indonesia sebagai pegangan bagi pimpinan fasyankes, tenaga medis, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan saat keterbatasan ketersediaan APD terjadi dengan tetap mengutamakan keselamatan diri maupun pasien.

Standar 11 Alat Pelindung Diri “APD” Agar Aman dari COVID-19Ada 11 jenis APD yang wajib diketahui baik itu untuk produsen maupun tenaga kesehatan, yakni :

  1. Masker Bedah (Medical/Surgical mask)
  2. Respirator N95
  3. Pelindung Mata (Goggles)
  4. Pelindung Wajah (Face Shield)
  5. Sarung tangan pemeriksaan (Examination Gloves)
  6. Sarung tangan bedah (Surgical Gloves)
  7. Gaun Sekali Pakai
  8. Coverall Medis
  9. Heavy Duty Apron
  10. Sepatu boot anti air (Waterproof Boots)
  11. Penutup sepatu (Shoe Cover)

“Kami petugas kesehatan berharap warga masyarakat mematuhi himbauan pemerintah sehingga dengan kesadaran masyarakat yang demikian tinggi niscaya badai wabah Covid-19 ini kita bersama bisa atasi. Tanpa kepatuhan warga masyarakat, maka sia-sialah pemerintah berjuang melawan virus ini yang sudah merenggut begitu banyak nyawa, 


Penulis ; Febri prasetya SKM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan Pembinaan dan Refresing Kader PHBS Desa Di Wilayah Kerja Puskesmas Pamenang

Puskesmas Pamenang 𝑲𝒆𝒈𝒊𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒎𝒃𝒊𝒏𝒂𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒓𝒆𝒇𝒓𝒆𝒔𝒊𝒏𝒈 𝑲𝒂𝒅𝒆𝒓 𝑷𝑯𝑩𝑺 𝑫𝒊 𝑫𝒆𝒔𝒂 T an𝑷𝑯𝑩𝑺 ( 𝑷𝒓𝒊𝒍𝒂𝒌𝒖 𝑯𝒊𝒅𝒖𝒑 𝑩𝒆𝒓𝒔𝒊𝒉 𝒅𝒂𝒏 𝑺𝒆𝒉𝒂𝒕 ) 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 𝒑𝒓𝒊𝒍𝒂𝒌𝒖 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒂𝒕𝒂𝒔 𝒌𝒆𝒔𝒂𝒅𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒉𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂 𝒂𝒏𝒈𝒈𝒐𝒕𝒂 𝒌𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓𝒈𝒂/𝒌𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒏𝒐𝒍𝒐𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒏 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒅𝒊 𝒃𝒊𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒆𝒓𝒂𝒏 𝒂𝒌𝒕𝒊𝒇 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒌𝒆𝒈𝒊𝒂𝒕𝒂𝒏-𝒌𝒆𝒈𝒊𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕. 𝑻𝒖𝒋𝒖𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒈𝒆𝒓𝒂𝒌𝒂𝒏 𝑷𝑯𝑩𝑺 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒌𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒖𝒂𝒍𝒊𝒕𝒂𝒔 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖𝒊 𝒑𝒓𝒐𝒔𝒆𝒔 𝒑𝒆𝒏𝒚𝒂𝒅𝒂𝒓𝒕𝒂𝒉𝒖𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒂𝒘𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒌𝒐𝒏𝒕𝒓𝒊𝒃𝒖𝒔𝒊 𝒊𝒏𝒅𝒊𝒗𝒊𝒅𝒖 – 𝒊𝒏𝒅𝒊𝒗𝒊𝒅𝒖 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏𝒊 𝒑𝒆𝒓𝒊𝒍𝒂𝒌𝒖 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒓𝒊 – 𝒉𝒂𝒓𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒊𝒉 𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕. 𝑴...

pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah mencapai 100 juta penyuntikan.

Puskesmas Pamenang Jakarta, 1 September 2021 Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa saat ini laju pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah mencapai 100 juta penyuntikan. “Per kemarin 31 Agustus 2021 kita telah mencapai lebih dari 100 juta penyuntikan vaksin COVID-19, yang merupakan kombinasi vaksinasi dosis pertama, dosis kedua dan dosis ketiga,” kata Jubir Nadia dalam keterangan pers di Kementerian Kesehatan pada Rabu (1/9). Pihaknya merinci total vaksinasi dosis pertama sebanyak 63.265.720 atau (30,49%), vaksinasi dosis kedua adalah 36.050.866 atau (17,31%) dan vaksinasi dosis ketiga (booster) bagi tenaga kesehatan telah mencapai 640.532 atau (43,61%). Menurut Jubir Nadia, capaian ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak seperti TNI, Polri, pemda, organisasi masyarakat, organisasi sosial, organisasi keagamaan, pelaku usaha serta masyarakat secara keseluruhan. Sampai saat ini, pemerintah terus akan menggenjot...

Sertifikat Vaksin & Data Bermasalah? Ini Solusinya.

Puskesmas Pamenang Sertifikat Vaksin & Data Bermasalah? Ini Solusinya .  Permasalahan sertifikat vaksinasi COVID-19 acap kali dikeluhkan oleh sebagian masyarakat. Ada yang salah data ada juga yang belum mendapatkan sertifikat padahal sudah divaksinasi.  Sertifikat vaksin diberikan kepada seseorang yang telah divaksinasi COVID-19 baik dosis pertama maupun dosis kedua. Keberadaannya saat ini tergolong penting karena menjadi syarat dalam melakukan perjalanan atau syarat akses ke sejumlah fasilitas publik. Sejumlah kendala yang dikeluhkan masyarakat adalah terutama soal kesalahan data dan belum mendapatkan sertifikat tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar kendala tersebut pun bermunculan di media sosial Kementerian Kesehatan, baik di Instagram, Twitter, maupun Facebook. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan drg. Widyawati, MKM mengatakan masyarakat bisa menyampaikan kendala yang dihadapi melalui email sertifikat@pedulilindungi.id. "Proses perb...